Rabu, 30 Desember 2009

Manajemen Ternak BAbi

Pemeliharaan Anak Babi Sebelum Disapih

Anak babi yang baru lahir harus segera dibebaskan dari selaput lendir terutama yang menutup lubang hidung dan mulut. Setelah dibersikan dan tali pusar serta gigi susu dipotong, babi ditimbang dan diberi nonor kemudian dilepas untuk mendapat susu kolostrum induk. Dapat juga dilakukan usaha untuk memberi kesempatan yang sama mendapatkan susu pertama ( kolostrum ) tersebut (Aritonang dan Ginting, 1989 ).

Pemeliharaan sesaat setelah lahir

Saat lahir, anak babi memiliki kaki dan kepala yang relatif besar dengan permukaan tubuh yang luas dibandingkan dengan bobot badannya. Karena anak babi memiliki lapisan lemak yang sangat terbatas ( 1 – 2% ) dan benar – benar tidak ada rambut penutup, maka temperatur sekitarnya seharusnya 350 C. Bila temperatur kurang dari 350 C, anak babi akan menggunakan air susu yang diperoleh dan glikogen (sumber energi) cadangan tubuhnya mempertahankan panas tubuhnya. Cadangan glikogen hanya dapat memenuhi kebutuhannya sekitar 7 – 8 jam. Anak babi yang baru lahir tak mungkin tahan hidup tanpa memperoleh air susu yang cukup dan temperatur lingkungan yang memadai (Sihombing, 2006).

Anak babi yang baru lahir tidak memiliki kekebalan atau pertahanan tubuh terhadap infeksi penyakit. Kekebalan ini baru dapat terbentuk setelah anak babi mendapat kolostrum. Karena kolostrum banyak mengandung protein, dan didalam protein itu terdapat immunoglobulin. Kekebalan ( immunitas ) yang diperoleh dari kolostrum merupakan pertahanan tubuh pada kehidupan sebelum umur 10 – 14 hari. Setelah umur tersebut kekebalan yang berasal dari kolostrum sangat menurun. Sesudah anak babi mencapai umur 3 minggu, didalam tubuhnya terbentuk kekebalan yang diperoleh dari luar, yang dimulai dengan sangat lambat ( Anonim, 1981 ).

Anak babi umur 3 – 10 hari mengalami masa kritis. Mereka sangat sensitif dan tidak berdaya menghadapi lingkungan yang berat, kemungkinan – kemungkinan yang biasa dihadapi yaitu : anak babi mudah kedinginan, anak babi banyak mati tertindih dan anak babi mati lemas ( Anonim, 1981 ). Sering terjadi induk jatuh sakit, atau mati pada waktu melahirkan. Sehingga anak babi – anak babinya tidak bisa diasuh lagi. Apa bila ada peristiwa semacam ini maka peternak harus segera bisa mengatasi atau memberi pertolongan. Mereka bisa ditolong dengan berbagai cara: diberi air susu sapi; dititipkan atau diasuh induk lain ( Anonim, 1981 ).

Anak babi (genjik) pada waktu lahir belumlah mempunyai sistim pengaturan suhu tubuh yang baik. Anak babi ini tidak mampu mengatasi dirinya terhadap panas atau dingin yang berlebihan. Suhu udara ikut menaikan kematian anak babi pada umur 2 – 3 hari, oleh karena anak babi (genjik) yang kedinginan dan menggigil pergerakannya menjadi lamban sehingga lebih mudah ditindih oleh induknya. Meskipun demikian, telah diketemukan bahwa di negara – negara tropik angka kematian anak babi karena ditindih induknya dapat dikurangi dengan memberikan panas pada anak babi setelah lahir selama beberapa hari (Williamson dan payne, 1993).

Anak babi (genjik) dilahirkan dengan persediaan kandungan zat besi yang rendah pada tubuhnya sedangkan susu induk tidak cukup kandungan besinya untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Akibatnya sering anak babi mengalami anemia karena kekurangan besi, terutama didaerah dingin sedangkan di daerah – daerah tropis kejadiannya agak jarang (Williamson dan payne,1993).

Untuk mencegah kematian anak babi akibat defisiensi besi yang umum terjadi maka setelah umur 2 – 3 hari anak babi diberi larutan besi yang dioles pada puting susu induk, diberi per oral atau suntikan khusus. Keadaan kandang harus dijaga bersih, kering, dan suhunya diatur agar anak babi dan induknya nyaman ( Aritonang dan Gintin, 1989 ).

Pemotongan gigi anak babi dimaksudkan agar tidak melukai puting susu induk atau menyebabkan luka antara sesama anak babi (genjik) sewaktu bermain atau berkelahi. Demikian juga pembuatan tanda pada telinga dengan keretakan atau tato diperlukan dalam pembuatan silsilah yang berguna pada program seleksi (Aritonang dan Ginting, 1989).

Kastrasi

Anak babi jantan yang tidak dipakai bibit biasanya dikastrasi oleh karena akan mengurangi pengelolaan dan mencegah perkawinan yang tidak diinginkan. Kastrasi akan mengurangi konversi makan pada babi. Makin mudah dikastrasi makin gampang pelaksanaanya dan dilakukan biasanya 7 – 10 hari sebelum penyapihan. Hal ini akan membuat babi sudah sembuh pada waktu disapih (Williamson dan Payne, 1993).

Mencret atau diare sangat umum terjadi dalam kehidupan genjik 2 minggu pertama. Anti bodi dalam kolostrum induk sangat membantu pencegahan problem mencret pada anak babi ( Sihombing, 2006 ).

Manajemen Pakan

Pemberian makanan yang semestinya merupakan hal yang sangat penting sebab biaya makanan menduduki tempat tertinggi dari ongkos produksi total yang kadang – kadang meliputi 80%, ini disebabkan babi tumbuh sangat cepat dan konsekuensinya keperluan akan makanan sangat tinggi. Anak babi yang beratnya 1,4 kg pada waktu lahir mencapai 163 kg setelah 18 bulan kemudian. Bila babi diberi makan berlebihan maka cenderung menjadi gemuk dengan cepat dan sifat ini adalah menurun, hal ini juga tidak ekonomis ( Williamson dan Payne, 1993 ).

Begitu umur 1 minggu anak babi diberi creep feeds. Creep feeding adalah cara pemberian makanan pada anak babi terpisah dari makanan induknya. Creep feeds hendaknya diberikan dalam bentuk kering dan anak babi lebih suka dalam bentuk pellet atau butir – butiran ( Williamson dan Payne, 1993 ).

Perkandangan

Untuk mencapai suatu sukses di dalam suatu perternakan khususnya ternak babi, antara lain perlu diusahakan suatu bangunan kandang yang baik. Sebab hanya kandang yang baiklah yang akan mampu: meningkatkan koversi makanan; meningkatkan pertumbuhan dan menjamin kesehatan ternak ( Anonim, 1981 ).

Unit atau bangsal kandang tempat induk melahirkan anak babi dan petak – petak kandang ini dilengkapi dengan rel atau palang pengaman, atau kerangkeng (stall ) melahirkan anak babi. Induk babi bersama anak babinya ditinggal di petak kandang tersebut sampai anak babi disapih. Mungkin juga induk serta anak babi dipindahkan ke unit kandang mengasuh anak babi (genjik) setelah 2 – 3 minggu lahir ( Sihombing, 2006 ) .

Manajemen Kesehatan

Periode yang sangat perlu diperhatikan sehubungan dengan kepadatan anak babi adalah saat kritis pada umur minggu pertama dan minggu kedua hilangnya anti bodi dari induk. Karena itu peternak harus waspada dan siap memberikan pertolongan bila penyakit datang menyerang ( Nugroho dan Whendrato, 1990 ) .

Kontrol yang paling efektif terhadap penyakit adalah melalui tindakan pencegahan. Oleh karena itu babi yang mengalami stres lebih gampang terkena penyakit dan parasit maka pencegahan yang paling efektif adalah dengan mengurangi stres tehadap makanan, iklim dan lingkungan lainnya seminimal mungkin dengan menjalankan pengelolaan yang baik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah: program vaksinasi bila vaksin tersedia; kontrol terhadap parasit dengan menyemprotkan; pemberian makan yang cukup pada segala tahap umur dan menghilangkan segala macam stres dengan sistem perkandangan yang baik dan penyemprotan air yang baik; pemisahan ternak – ternak yang terkena penyakit dan pembersihan kandang bila tejadi penyakit; ternak yang terkena penyakit yang dikeluarkan dengan cara yang semestinya bila perlu dipotong dan bahan – bahan yang terkena dibakar atau tindakan – tindakan lainnya; pembersihan dan pensucihamakan dari kandang dan perlengkapannya bila terjadi penyakit dan di itrahatkan selama 3 – 4 minggu ( Williamson dan Payne, 1993 ).

3 komentar:

  1. Terimakasih, tulisan Anda sangat membantu saya dalam menyelesaikan tugas kuliah

    BalasHapus