Selasa, 23 November 2010

Gastritis

Gastritis

Gastritis yaitu keradangan dan kerusakan mukosa yang muncul sebagai respon rangsangan yang melibatkan mukosa gastrium.

Etiologi

Gastritis pada hewan kecil biasanya disebabkan karena makan berlebihan, ingesti sampah atau makanan beracun. Agen penyebabnya yaitu makanan yang terfermentasi, bakteri, enterotoksin dan mikotoksin. Ingesti benda asing seperti logam, plastik, tulang, bahkan rumput juga bisa menyebabkan gastritis. Agen infeksi seperti coronavirus, parvovirus, canine distemper juga dapat menimbulkan lesi mukosa gastrium. Gastritis akut juga dapat terjadi karena reaksi alergi, makanan misalnya. Kondisi seperti uremia, gangguan hati, shock, sepsis atau stress juga dapat berperan sebagai etiologi gastritis akut (Ettinger, ).

Gejala

Gejala yang muncul dapat bervariasi diantaranya muntah, kelesuan, penurunan nafsu makan dan minum, diare bahkan kehilangan berat badan. Kadang-kadang disertai dengan diare dan mungkin hemoragik. Gastritis terkarakterisasi dengan munculnya rasa nyeri di abdomen anterior, muntah, minum air berlebihan, depresi dan dehidrasi (Kirk & Bistner, 1985)

Diagnosa

Diagnosa tentatif dari gastritis dibuat berdasarkan sejarah, gejala klinis, dan pemeriksaan klinis.

Terapi

Kebanyakan kasus gastritis akut merespon terhadap terapi simptomatis 24-48 jam setelah perlakuan. Dilakukan diet terbatas dimana hewan dipuasakan selama 12-24 jam. Koreksi kebutuhan cairan dan keseimbangan pH dan elektrolit tubuh dengan pemberian infus secara parenteral bila perlu (terjadi dehidrasi). Kontrol muntah dengan antiemetik, Chlorpromazine misalnya. Apabila minum dan makanan dapat ditoleransi, dapat diberikan diet makanan yang sangat lunak dengan jumlah yang sedikit dan bertahap (Kirk & Bistner, 1985)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar