Minggu, 28 November 2010

Neurobiovit® dan Trivexan.

Neurobiovit®

Injeksi Neurobiovit 0,28 cc digunakan untuk mengembalikan kesegaran tubuh, menghilangkan mual, muntah dan kelemahan. Neurobiovit mengandung tiamin hidroklorida (vitamin B1), piridoksin hidroklorida (vitamin B6), sianokobalamin (vitamin B12), dan lidokain hidroklorida. Neurobiovit merupakan kombinasi antara vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12 yang sangat penting dalam metabolisme susunan saraf. Vitamin B1 mempunyai peranan penting dalam metabolisme saraf, sangat efektif terhadap defisiensi yang berhubungan dengan gangguan sistem susunan saraf, disamping pada defisiensi, tiamin juga dipergunakan pada neuralgia. Vitamin B6 adalah ko-enzim yang terlibat dalam proses metabolisme protein dan asam-asam amino, antara lain pada pengubahan triptofan menjadi serotonin. Juga mempunyai peranan agak ringan pada metabolisme karbohidrat dan lemak, sangat efektif untuk pengobatan hyperemis pada waktu kehamilan, gagguan pada susunan saraf pusat serta gangguan pada kulit. Vitamin B12 memegang peranan penting pada pembentukan asam inti (nukleat) DNA dan RNA serta pembelahan sel. Maka kekurangan vitamin ini pertama-tama nyata pada sistem pembentukan sel-sel darah (hemapoesis), yaitu sebagai anemi megaloblaster dengan kelainan-kelainan di saluran pencernaan, mempunyai khasiat anabolik dan merupakan faktor intrinsik yang aktif dalam pembentukan haemoglobin. Lidokain hodroklorida dalam neurobiovit adalah suatu anastesi lokal kuat untuk menghilangkan rasa nyeri.


Trivexan.

Trivexan pada kasus kucing “Icut” digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabakn oleh cacing Ancylostoma sp.. Trivexan adalah anthelmentik yang mengandung 150 mg Mebendazole dan 100 mg Pyrantel pamoat. Mebendazole akan membunuh cacing dengan cara merusak struktur subseluler cacing serta menghambat sekresi acetylkolinesterase sehingga pengambilan glukosa secara ireversibel terhambat dan glikogen yang dibutuhkan cacing kosong. Telur-telur cacing juga mengalami sterilitas sehingga gagal menjadi larva. Sedangkan Pyrantel pamoat menyebabkan depolarisasi otot cacing, meningkatkan frekuensi impuls dan menghambat enzim kolinesterase sehingga cacing mati dalam keadaan spastis. Obat ini efektif untuk cacing Nematoda dan Cestoda. Dosis yang digunakan 22 mg/kg diberikan peroral dengan interval 24 jam selama 3 hari.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar