Minggu, 28 November 2010

terapi-terapi

Serenace

Serenace mengandung haloperidol yang merupakan obat antipsikotik (major tranquilizar) pertama dari turunan butirofenon dan depresan sistem saraf pusat, dan potensial sebagai anti emesis karena aktivitas antidophaminergiknya. Mekanisme kerjanya yang pasti tidak diketahui (Mycek, 2001). Diindikasikan untuk mengatasi keradangan dan sebagai anti emesis, kontraindikasi pada pasien dengan penyakit parkinson’s.Dosis haloperidol untuk anjing adalah 0,1- 0,2 mg/kg secara oral, sebagai sedativa, Sangat efektif sebagai antiemesis, efektif dalam 12-15 jam (Rossof, 1994). Pada anjing “Carla” diberikan 3 tetes untuk sekali pemberian, dan diberikan seperlunya hingga gejala hilang (tidak muntah lagi).


Infus Ringer’s Dextrose 5 %®

Infus dextrose dalam larutan Ringer terdiri dari glukosa anhidrat (50 g/l) sebagai sumber energi dan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. NaCl (8,6 g) yaitu garam untuk memelihara tekanan osmotik darah dan organ-organ dalam tubuh, KCl (0,3 g) yaitu garam yang terpilih untuk mengatasi hipokalemia dan hipokloremia, CaCl2 (0,48 g)yaitu garam penting untuk menjaga fungsi syaraf dan otot. Indikasinya sebagai pengganti cairan elektrolit dan sumber kalori, sebagai penambah volume darah pada keadaan shock, dehidrasi dan perdarahan, serta untuk mengatasi alkalosis dan asidosis (menormalkan pH darah) (Kirk & Bistner, 1985).


Cortisone Asetat

Merupakan suspensi mengandung preparat kortikosteroid dengan fungsi antiinflamasinya yang menghambat edema, penimbunan fibrin, dilatasi pembuluh kapiler, migrasi leukosit, aktifitas fagositik, menghambat monosit dan makrofag masuk daerah radang serta mencegah neutrofil untuk terikat dengan sel-sel endotel daerah radang.


Biosolamine

Merupakan penguat otot dan transportasi sel pada hewan-hewan yang mengalami kelemahan otot, dengan kandungan ATP untuk membebaskan energi, Aspartat untuk menggantikan fungsi siklus krebs, aktivitas Selenite untuk metabolisme sel, dan vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah.


Primperan

Merupakan suatu obat dengan bahan dasar adalah Metoclopramide, memiliki cara kerja khusus pada berbagai kelainan pencernaan yang umum, kembung (meteorism), tidak enak pada ulu hati (epigastric discomfort), kehilangan nafsu makan (anorexia), abdominal discomfort, ceklukan (hiccup). Indikasi obat : meringankan gastroparesis akut dan yang kambuh kembali, menghilangkan rasa panas sehubungan dengan reflux esophagitis, menanggulagi mual dan muntah metabolik karena obat atau sesudah operasi. Metodlopamide merupakan suatu senyawa baru golongan benzamid, metoclopramide mempercepat peristaltik esofagus dan lambung. Meningkatkan tonus sfinkter kardia dan mempercepat pengosongan lambung, mempunyai efek antiemetik dan dapat merangsang sekresi prolaktin. Metoclopramide diabsorbsi dengan cepat dari saluran cerna dan diekskresikan melalui air seni sebagai bentuk bebas, bentuk terkonjugasi dan sebagai metabolit. Efek samping yang mungkin terjadi sembelit, diare, mengantuk, gejala ekstrapiramidal, lelah berlebihan dan gelisah.




Vitamin C (Asam Askorbat)

Asam askorbat memiliki humus nimia C6H8O6 berkhasiat antiskorbat (kekurangan vitamin C disebut skorbit/scurvy). Vitamin C bekerja sebagai suatu koenzim dan pada keadaan tertentu merupakan reduktor dan antioksidan. Vitamin C dapat secara langsung atau tidak langsung memberikan electrón ke enzim yang membutuhkan ion-ion logam tereduksi dan bekerja sebagai kofaktor untuk prolit dan lisil hidroksilase dalam biosintetis kolagen. Zat ini berbentuk kristal dan bubuk putih kekuningan stabil pada keadaan kering. Dalam bentuk larutan ditempat terbuka zat ini cepat rusak (Brander dan Pugh, 1977).

Ampicilin (Omnipen, Principen).

Ampicilline tersedia dalam bentuk serbuk, tablet, krim dan parenteral injeksi. Dengan sediaan: kapsul 250 mg, 500 mg, tablet 125 mg, 250 mg, 500 mg vial (ampicillin sodium), 20-40 mg/kg PO q 8 jam, 10-20 mg/kg IV, IM, Sc q 6-8 jam (ampicillin sodium). Ampicillin diabsorbsi 50% lebih besar dibanding amoxicilline. Ampicillin termasuk dalam semisintetik penicillin. Mempunyai aktivitas tinggi melawan bakteri Gram negatif seperti Escherichia coli, Shigella, dan Salmonella juga aktif melawan bakteri Gram positif termasuk Streptococcus, Staphylococcus, Corynebacterium. .Ampicillin dalam bentuk asam bebas sebagai serbuk kristal putih yang larut air. Konsentrasi dalam serum memuncak diperoleh kurang lebih 2 jam setelah pemberian. Didistribusikan ke seluruh jaringan tubuh dan terkonsentrasi di hati dan ginjal dan diekskresikan lewat urin (Brander, 1991). Organ sasaran: alat perkencingan, alat pernafasan, gastrointestinal (Bistner, 1985).

Pemberian parenteral, interval 24 jam, tetapi pada stadium infeksi sangat akut dapat diberikan 2kali sehari. Garam sodium (NaCl) lebih besar larut dalam air sehingga bentuk ampicillin dapat digunakan sebagai preparat parental, bagaimanapun juga garam sodium tidak sama stabil setelah larut dalam air sehingga harus digunakan 3-4 jam (Kirk&Bistner, 1985)..


CH – CO -

NH2

Ampicillin side-chain




Chlorpromazine maleate (chlortrimeton, phenetron)

Termasuk dalam keluarga phenothiazine sebagai tansquillizer-sedativa. Phenothiazine berefek hipotensi dan berpotensi toxisitas pada hewan yang mengalami hypovolemi bahkan pada anemia normovolemik. Kardiovaskular kolaps dapat terjadi, menciri dengan depresi, myocardial (pengurangan aliran darah cerebral) (Kirk&Bistner,1985). Phenothiazine tranquillizer dapat sebagai H1-reseptor blocking actions. Phenothiazine transquilizer/antiemetika menghambat aksi pada domamine sebagai neurotransmitter, juga untuk sedasi dan preanestesi. Menyebabkan blokade alpha adrenergik dan dapat berefek samping extrapyrimidal, Sebagai antimuntah karena toxin dan mengobati, penyakit gastrointestinal (Brander, 1991).

Dosis : 25 mg/ml injeksi. Solution, 0,5 mg/kg IM/ Sc q 6 – 8 jam, untuk kemotherapi 2 mg/kg Sc q 3 jam.


N

(CH2)4

N(CH3)2


Cl = Chlorpromazine


Diphenhydramine (Benadryl)

Digunakan sebagai antihistamin (H1 blokade). Aksi blokade pada histamin pada reseptor juga dapat sebagai direk aksi anti inflamasi. Kebanyakan sebagai pencegahan reaksi alergi. Sebagai sedativa berefek sebagai antimuskarinis (atropine-like effect).

Tersedia kapsul, 2,5 mg/ml elixir 25, tablet 50 mg, 50 mg/ml injeksi 2 – 4 mg/kg IV, IM, Anj 25 – 50 mg/dog IV, IM q 8 jam.

Dosis: 0,02-0,04 mg/kg IM Sc q 6 – 8 jam

Penggunaan kemoterapi 2 mg/kg Sc q 3 jam Indikasi : penyakit-penyakit alergi, mabuk perjalanan, parkinsonisme.


Ringer’s Laktat (RL)

Merupakan cairan solusio untuk mengganti cairan tubuh, sebagai keseimbangan cairan elektrolit dan terapi shock. Tersedia dalam kemasan 250, 500, 1000 ml bags. Ringer’s laktat mengandung 40 – 50 ml/kg NaCl 0,6 g, CaCl dihidrat 0,02 g, KCl 0,03 g, Sodium laktat 0,31 g (Kirk&Bistner,1985)..


Neurobrovit

Merupakan suplemen yang mengandung kombinasi antara vitamin B1, B6, dan B12 yang penting dalam metabolisme susunan syaraf, sangat efektif terhadap defisiensi yang berhubungan dengan gangguan system susunan syaraf. Vitamin B6 adalah koenzim dalam proses metabolisme protein dan lemak, pengobatan hiperemis. Vitamin B12 punya khasiat anabolik dan merupakan faktor intrinsik yang aktif dalam pembentukan hemoglobin, Lidocain Hidrochlorida dalam neurobrovit adalah suatu anestesi lokal kuat untuk menghilangkan rasa nyeri.

Tiap 3 ml injeksi mkd: Tiamin Hidroklorida (Vitamin B1) 100 mg

Pyridoksin Hidroklorida (Vitamin B6) 100 mg

Sianokobalamin (Vitamin B12) 100 mg

Lidocain Hidroklorida 7 mg


        • Sanprima Syr.

Sirup Sanprima mengandung Trimetropim dan Sulfametoksazol. Trimetropim dan Sulfametoksazol menghambat reaksi enzimatik obligat pada dua tahap yang berurutan pada mikroba, sehingga kombinasi kedua obat memberikan efek sinergi. Kombinasi ini lebih dikenal dengan nama kotrimoksazol. Efek terhadap mikroba trimetropim sama dengan sulfametoksazol, meskipun daya anti bakterinya 20-100 kali lebih kuat daripada sulfametoksazol.

Mekanisme kerjanya, aktivitas antibakteri kotromoksazol berdasarkan atas kerjanya pada dua tahap yang berurutan dalam reaksi enzimatik untuk membetuk asas tetrahidrofolat. Sulfonamid menghambat maksudnya molekul PABA ke dalam molekul asam folat dan trimetropin menghambat terjadinya reaksi reduksi dari dihidrofolat menjadi tetrahidrofolat. Tetrahidrofolat penting untuk reaksi pemindahan satu atom C, seperti pembentukan basa purin dan asam amino. Sel-sel mamalia menggunakan jadi yang terdapat pada makanan dan tidak mensintesis senyawa tersebut. Trimetropim menghambat enzim dihidrofolad reduktase mikroba secara sangat selektif. Hal ini penting karena enzim tersebut juga terdapat pada sel mamalia.

Indikasinya untuk infeksi saluran pernafasan, saluram kemih dan ginjal, saluran pencernaan dan jaringan kulit serta jaringan lunak yang disebabkan olen streptokokus, stafilokokus, pneumokokus, haemophilus, in fluenzae, bordetele, salmonella, klepsiela-aerobakter ( Ganiswara, 1995).

        • Apialys Syr.

Apialys mengandung : vit. A, vit. C, vit. D, vit. B1, vit. B2, vit. B6, vit. B12. nikotinamida, pentotenal, lisin HCL. Vitamin – vitamin ini terutama asam amino para benzoat (PABA) merupakan bahan sintesis asal folat, tetapi ini hanya terjadi pada bakteri. Indikasi sebagai devisiensi vitamin dan multiviamin penambah nafsu makan dan saat pertumbuhan (Ganiswara, 1995).


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar