Minggu, 28 November 2010

Primperan (Metoclopramide HCl), Kaolin dan Pektin,

Primperan (Metoclopramide HCl)

Pemberian primperan bertujuan untuk mengatasi gejala muntah pada kucing Ucyl disamping injeksi delladryl..

Metoclopramide merupakan derivate para-aminobenzoic acid, gugus kimianya mirip prokainamid, tapi efek anastetika lokalnya sangat lemah,dan hampir tidak berpengaruh terhadap miokard. Metoclopramide HCl tidak berbau, berbentuk kristal bubuk berwarna putih. Mempunyai sifat sensitif terhadap cahaya dan harus disimpan ditempat yang kedap cahaya, dan suhu kamar. Metoclopramide tablet harus disimpan rapat dalam kemasannya (Plumb, 1998).

Efek farmakologi dari Metoclopramide adalah berkerja dalam saluran gastrointestinal dan CNS. Dalam saluran Gastrointestinal metaclopramide meningkatkan motilitas gastrointestinal tanpa menstimulasi gastrium, pankreas dan sekresi empedu. Di dalam CNS, metoclopramide nyata sebagai antagonis dopamine, anti-emetic pusat, menghalangi dopamine didalam chemo-reseptor trigger zone, extrapyrimidal, dan efek stimulasi prolaktin (Plumb, 1998).

Efek nyata yang diberikan oleh Metoclopramide adalah anti emesis lokal, dalam dunia kedokteran hewan dapat dipakai pada kasus muntah-muntah karena Parvo-virus dan uremic gastritis. Namun perlu diperhatikan; kontraindikasi dari Metoclopramide adalah pada pasien dengan perdarahan gastrointestinal, obstruksi atau perforasi dan hypersensitif terhadap Metoclopramide. Dosis pada kucing, diberikan 0,2-0,5 mg/kgBB PO, diulang setiap 8 jam dan diberikan setiap 30 menit sebelum makan (Plumb, 1998).


4. Kaolin dan Pektin

Kaolin dan pektin diberikan sebagai pelapis dinding usus, tepatnya sebagai adsorbent yang menyerap toksin dan bakteri dalam sauran pencernaan.

Kaolin secara alami terjadi dari silikat aluminium hydratd yang berbentuk powder putih bercahaya, tidak berbau, yang pada kenyataannya tidak dapat larut di (dalam) air. Pektin adalah suatu karbohidrat polymer yang terdiri atas parsial methoxylated polygalacturonic-acids. Berwarna putih kekuningan, hampir tidak berbau dengan suatu mucilagenous, diperoleh dari kulit pohon jeruk/buah bagian dalamnya atau dari buah apel pomace. Satu gram pektin dapat larut di (dalam) 20 ml air dalam suatu solusi merekat (Plumb, 1998).

Farmakologi dari kaolin/pectin adalah mempengaruhi adsorbent dan bersifat menyerap toksin dan bakteri dalam saluaran pencernaan, tindakan pengasingan melindungi mucosa gastrointestinal. Komponen pektin dari pembentukan asam galcturonic, ditujukan untuk mengurangi pH dalam lumen usus. Dosis pada kucing untuk mengobati diare adalah sebesar 1-2 ml/kgBB Po diulang setiap 4-6 jam (Plumb, 1998).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar