Kamis, 13 Januari 2011

Cystotomi

Cystotomi adalah tindakan operasi untuk membuka dinding vesica urinaria. Cystotomi pada hewan diindikasikan untuk penanganan kalkuli vesicae, neoplasia atau terapi akibat traumatik pada vesica urinaria (Lewis et al., 1994). Cyctotomi berarti penyayatan pada dinding vesica urinaria yang berfungsi untuk mengetahui bagian dalam vesica urinaria. Operasi Cystotomy dilakukan dengan membuka abdomen dibagian ventral kemudian membuka vesica urinaria (kandung kencing) (Koesharyono, 2008 ).

Indikasi cystotomy adalah sebagai tindakan pengobatan saluran perkencingan seperti tumor, batu kencing, dan jendolan darah paba vesica urinaria. Cystotomy dilakukan untuk memperbaiki kerusakan pada saluran urin. Sebelum dilalukan cystotomy terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan ultrasonografi dan radiografi untuk meneguhkan diagnose penyakit.Resiko dari cystotomy antara lain bleeding (perdarahan), infeksi postoperasi, dan urine leakage (Anonim, 2007).

Gangguan terhadap vesica urinaria dapat terjadi karena adanya endapan garam-garam fosfat, oksalat, cystin dan urat pada vesica urinaria. Pertumbuhan jaringan yang abnormal pada dinding vesica urinaria juga akan merangsang terbentuknya tumor atau neoplasma yang akan mengganggu fungsi vesica urinaria sebagai penampung urin. Kondisi seperti itulah yang mendorong untuk dilakukannya cystotomi (Martin, 2007).

Komplikasi yang umum terjadi biasanya berupa pendarahan, infeksi post-operasi, keluarnya urin yang tidak dapat terkontrol, dan dehisensi (terbukanya luka kembali). Secara keseluruhan komplikasi jarang terjadi, akan tetapi komplikasi yang serius dapat menyebabkan kematian sehingga diperlukan tindakan lebih lanjut. Dalam kasus yang jarang terjadi, kandung kemih mungkin tidak sembuh dengan baik setelah cystotomy dan urin mungkin mulai bocor ke perut. Jika hal ini terjadi hewan peliharaan mungkin mulai merasa kurang nyaman dan menunjukan tanda-tanda berupa perut yang buncit. Jika hewan tidak membaik setelah operasi atau mulai merasa buruk (nafsu makan berkurang, lesu) segera lakukan pemeriksaan untuk menguatkan diagnosa penyebab infeksi atau gangguan. Jika sudah bisa dipastikan bahwa kandung kemih bocor, maka bisa segera dilakukan operasi untuk memperbaiki (Martin, 2007).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar