Kamis, 13 Januari 2011

KOLITIS

KOLITIS

Kolitis adalah radang pada kolon. Radang ini disebabkan akumulasi cytokine yang mengganggu ikatan antar sel epitel sehingga menstimulasi sekresi kolon, stimulasi sel goblet untuk mensekresi mucus dan mengganggu motilitas kolon. Mekanisme ini menurunkan kemampuan kolon untuk mengabsorbsi air dan menahan feses ( Tilley et al, 1997).

Gejala-gejala yang sering muncul pada kasus kolitis antara lain ( Tilley et al, 1997) :

  • Diare kronis yang seringkali disertai dengan mucus dan darah

  • Feses bervariasi dari semi padat sampai cair

  • Peningkatan frekuensi defekasi dengan jumlah feses yang dikeluarkan sedikit

  • Tenesmus yang lama setelah defekasi

  • Pada anjing sering disertai muntah

  • Penurunan berat badan jarang

  • Hasil pemeriksaan fisik biasanya normal

Pemeriksaan darah sering didapatkan hasil yang normal, dimungkinkan adanya neutrophilia dengan left shift. Anemia microcytic hypocromic bisa terjadi pada pasien yang mengalami diare berdarah kronis. Pada penderita yang sudah kronis dapat terjadi hyperglobinemia ( Tilley et al, 1997).

Kolitis bisa menjalar ke belakang sehingga menyebabkan proktitis. Penyebab dari kolitis ada beberapa macam antara lain ( Tilley et al, 1997) :

  • Infeksi : Trichuris vulpis, Ancylostoma sp, Entamoeba histolytica, Balantidium coli, Giardia spp, Trichomonas spp, Salmonella spp, Clostridium spp, Campylobacter spp, Yersinia enterolitica, Escherichia coli, Prototheca, Histoplasma capsulatum, dan Phycomycosis.

  • Trauma : benda asing, material yang bersifat abrasif.

  • Alergi : protein dari pakan atau bisa juga protein bakteri.

  • Polyps rektokolon

  • Intususepsi ileokolon

  • Inflamasi : Lymphoplasmacytic, eoshinophilic, granulopmatous, histiocytic

  • Neoplasia : Lymphosarcoma, Adenocarcinoma

  • Sindrom iritasi usus besar (Irritable Bowel Syndrome)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar