Jumat, 21 Mei 2010

LEUKOSIT IKAN

Respon leukosit merupakan salah satu alat klinis yang sangat berguna dalam kedokteran hewan dan merupakan landasan dalam analisis kesehatan. Walaupun penghitungan leukosit (WBC) dapat digunakan sebagai pembantu analisis dalam kesehatan ikan, praktisi kllinis harus memperhatikan faktor-faktor yang dapat membatasi interpretasi hasil pemeriksaan darah. Faktor biologis yang paling penting yang dapat membatasi keakuratan analisis WBC diantaranya banyaknya variasi tipe, jumlah dan bentuk leukosit untuk setiap spesies ikan yang berbeda. Selain itu, ikan juga mudah terpengaruhi oleh keadaan lingkungannya dan perubahan kualitas air, terutama temperatur, dapat mempengaruhi hasil leukogram. Stres akut dapat menyebabkan perubahan signifikan pada penghitungan WBC. Perubahan ini terjadi cepat. Contohnya cold shock dapat menginduksi leukopenia dalam waktu 3 menit pada ikan mummichog minnow.

SEL MONONUKLEAR

Limfosit

Limfosit berperan dalam respon imun spesifik yang dimediasi sel B dan sel T pada ikan, termasuk produksi antibodi dan imunitas cell-mediated spesifik. Limfosit pada ikan mempunyai karakteristik seperti pada vertebrata, yaitu pada tingkat responsif terhadap sitokin dan mitogen. Limfosit biasanya merupakan leukosit yang banyak terdapat di pembuluh darah perifer dan merupakan leukosit yang paling sensitif terhadap stres.

Limfosit pada ikan mirip dengan limfosit pada unggas dan mamalia. Sel berbentuk bulat dengan ukuran nukleus yang hampir menutupi sitoplasma. Sitoplasma yang sedikit , homogen, dengan warna biru mengelilingi nkuleus berwarna ungu gelap dengan kromatin yang tersusun kasar. Granula sitoplasma berwarna merah kadang dapat terlihat. Limfosit bervariasi ukurannya mulai dari sepertiga eritrosit sampai berukuran sama. Limfosit yang lebih besar cenderung mempunyai proporsi sitoplasma yang lebih besar.

Monosit

Monosit kadang muncul pada darah perifer ikan. Sel ini merupakan fagosit aktif dan dipengaruhi oleh sitokin. Kemungkinan berbperan juga dalam beberapa respon imun spesifik. Fagosit mononuklear sering terdapat pada keradangan kronik (misal: mycobacteriosis, bacterial kidney disease), tapi hubungannya dengan perubahan pada leukogram belum jelas diketahui. Monosit jarang terlihat pada preparat apus darah dibandingkan limfosit dan granulosit. Sel dari monosit besar dengan sitoplasma biru pucat sampai biru yang biasanya memenuhi kurang lebih setngah volume sel. Nukleus yang bervariasi bentuknya dapat terlihat bulat sampai oval dan kadang melekuk. Tidak seperti limfosit, kromatin tidak terkumpul kasar, tapi lebih bergranuler.

GRANULOSIT

Neutrofil

Neutrofil (juga disebut sebagai heterofil) merupakan granulosit yang biasa terdapat pada ikan dan telah diientifikasi pada kebanyakan spesies ikan. Fungsi utama neutrofil dalam respon imun pada mamalia adalah fagositosis dan penghancuran benda asing. Fagositosis oleh neutrofil telah ditunjukkan pada banyak spesies ikan. Neutrofil merupakan sel pertama yan merespon dalam 24 jam pertama pada infeksi akut.

Sel neutrofil biasanya bulat sampai oval dengan nukleus eksentrik. Pada beberapa spesies nukleus dapat berlobus, tapi temuan ini bukan merupakan temuan yang konsisten. Lebih spesifik, nukleus berbentuk bulat sampai oval dengan sebuah lekukan. Kromatin yang kasar berkumpul dan tercat ungu gelap. Sitoplasma brwarna abu-abu pucat dan mempunyai granula yang tercat bervariasi (abu-abu sampai biru sampai merah), bergantung pada maturitas sel. Subtipe dari neutrofil telah ditemukan pada beberapa jenis ikan, dan hal ini akan mempersulit identifikasi.

Eosinofil dan Basofil

Eosinofil secara normal dapat ditemukan pada bermacam jaringan pada ikan dan dapat terakumulasi pada beberapa proses keradangan, terutama pada respon terhadap infeksi parasit. Namun eosinofil dan basofil yang bersirkulasi telah ditemukan pada beberapa spesies. Karakteristik khusus dari eosinofil yaitu mempunyai granula spheris atau bentuk batang. Basofil sendiri lebih jarang didapatkan daripada eosinofil.

Trombosit

Trombosit bukan merupakan leukosit yang sebenarnya. Walaupun begitu, harus dapat dibedakan dari leukosit untuk mendapatkan penghitungan WBC yang akurat. Sebagai tambahan, beberapa proses penyakit pada ikan telah dihubungkan dengan terdapatnya jumlah trombosit abnormal. Trombosit sendiri termasuk pleiomorfik dan dapat berbentuk bulat, bujur, fusiform, atau berbentuk bel. Metode preparasi apus darah sangat berpengaruh terhadap morfologi. Contohnya, trombosit yang dilihat pada preparat yang baru saja dibuat akan terlihat berbeda pada dibandingkan pada preparat yang lebih lama. Sebagai analog platelet, trombosit akan mengumpul pada preparat yang tidak dipreparasi dengan baik atau kadang pada ikan yang stress. Nukleus berwarna ungu gelap, kromatin yang terkumpul padat. Sitoplasma colorless sampai biru cerah.

KARAKTERISTIK RESPON LEUKOSIT PADA IKAN

Respon Umum terhadap Stres

Perubahan jumlah leukosit merupakan indikator yang sensitif pada ikan yang stres. Walaupun respon terhadap lingkungan bervariasi terhadap tipe dan keparahan stres, yang dapat mengacu pada leukopenia yang dihubungkan dengan limfopenia dan kadang neutrofilia, yang mirip dengan respon leukositik klasik pada mamalia yang stres. Leukopenia telah dihubungkan dengan stres oleh beberapa faktor termasuk tingginya temperatur, shock temperatur, kepadatan, transportasi, kurangnya ruang, dan beberapa toxin. Bahkan stres cepat (akibat handling lebih dari 1 menit) dapat menyebabkan limfopenia sementara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar