Kamis, 14 Januari 2010

ORGAN DALAM DAN OTAK

HEPAR

Hepar berfungsi menyaring darah dan menyimpan glikogen yang dibagikan ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Salah satu peranan terpenting dari hepar dalam pencernaan adalah menghasilkan cairan empedu yang disalurkan ke dalam duodenum melalui dua buah saluran. Cairan tersebut tersimpan di dalam sebuah kantung yang disebut kantung empedu dan terletak di salah satu lobus kanan hati. Makanan di dalam duodenum akan memacu kantung empedu untuk mengkerut dan menumpahkan isinya ke dalam usus yang membantu oroses penyerapan lemak oleh usus halus. Lobus kiri hati tidak memiliki kantung empedu tetapi membentuk saluran yang langsung menuju ke usus.

Hepar tersusun oleh satuan, disebut lobulus hepatikus dengan sifat-sifat: bentuk: prisma polygonal, mengandung sel hati yang tersusun seperti lempeng radial; lempeng-lempeng menuju pusat lobulus yang ditempati vena sentralis. Lempeng-lempeng saling beranasatomosis semaunya. Di antara lempeng ada vasa sinusoidea. Semua rongga berisi darah. Baik sel endotel maupun sinusoid mengandung sel makrofag, terkenal dengan nama sel endotel retikulo stelata. Kanalikli biliferi terdapat antara sel hepar, dibatasi oleh membrana sel hepar dan menuju ke duktus interlobularis bilifer. Kanalis portalis ini merupakan daerah pada sudut lobulus hepatikus. Daerah ini mengandung bangunan tritunggal (trias hepatika) yang terdiri atas :

  • Arteria interlobularis : cabang arteria hepatica
  • Vena interlobularis : cabang vena portae hepatica
  • Duktus interlobularis : biliveri yang mengumpulkan empedu dari duktus biliveri yang menerimanya dari kanakuli biliveri.

PROVENTRIKULUS

Proventrikulus atau perut kelenjar merupakan pelebaran dan penebalan dari ujung akhir oesophagus. Asam hidroklorit dan enzim pepsin yang dihasilkan oleh dinding perut kelenjar berfungsi untuk membantu proses mencerna protein. Sewaktu makanan melewatinya, sel kelenjar secara mekanis akan berkerut dan menyebabkan keluarnya cairan kelenjar perut. Pencernaan di dalam proventrikulus hanya kecil peranannya, karena makanan hanya tinggal di dalam organ ini dalam waktu yang relative pendek.

Pada proventrikulus, tunika mukosa nya membentuk tonjolan yang disebut plika. Lekuk diantara plika disebut sulkus. Lamina epitelialis mukosae berbentuk kolumner, pada basis sulkus berbentuk kuboid. Glandula mukosa atau rugosa berbentuk tubuler simpleks yang bercabang dan bermuara di basis sulkus. Jaringan limfatiknya difus dan nodulus limfatikus di lamina propria. Lamina muskularis mukosae longitudinal, terselip di antara kelenjar. Di submukosa terdapat kelenjar submukosa ( subrugosa ) berbentuk tubuler kompleks. Adenomer beradiasi dari duktus ekskretorius yang terletak central, kelenjar bermuara di papilla.

PULMO

Pulmo merupakan organ yang sangat penting peranannya di dalam proses pernafasan. Fungsi utamanya adalah untuk mencukupi kebutuhan oksigen yang diperlukan oleh tubuh untuk pembakaran dan untuk pembentukan tenaga. Disamping itu paru juga berfungsi untuk pengeluaran karbondioksida sebagai sisa pembakaran. Struktur paru unggas sangat kaku dan selama bernafas hanya sedikit terjadi gerakan mengembang dan mengempis.

Bronkus ekstrapulmonalis memasuki paru membentuk bronkus intrapulmonalis ( broncus primer, mesobronkus ). Dari broncus primer bercabang membentuk broncus sekunder yang berakhir membentuk banyak cabang disebut broncus tersier ( parabroncus ) dalam paru. Parabroncus beranastomose satu dengan yang lain. Vesikel udara ( atria ) membentuk jala-jala luas saling menghubungkan parabroncus. Kapiler ( sel udara ) merupakan bagian terujung paru. Banyak kapiler mengelilingi kapiler udara dan terpisah dari kapiler udara oleh membrane basalis. Paru unggas tidak mempunyai alveolus. Kantung udara atau saccus pneumaticus, suatu bangunan berdinding tipis ditemukan di regio servikal, clavicular, thoracal, dan abdominal. Mereka berhubungan dengan paru melalui bronkus. Banyak tulang berongga burung antara lain : sternum, humerus, pelvis, dan sebagian besar vertebrae thorakalis dan cervicalis membuat perluasan dari saccus pneumaticus.

a) Bronkus primer dibatasi pseudokomplek bersilia dengan glandula mukosa dan sel piala.

b) Bronkus sekunder dibatasi epithelium kolumner bersilia dengan sel mukosa.

c) Parabronkus ( bronkus tersier ) dibatasi epithelium kuboid.

d) Atria ( vesikel udara ) dibatasi epithelium kuboid sampai skuamosa.

e) Kapiler udara ( sel udara ) dibatasi epithelium skuamosa, terbuks di atria.


INTESTINUM TENUE

Intestinum terdiri atas saluran makanan yang dimulai dari duodenum, yaitu usus halus dibagian depan dan berakhir di rectum atau usus besar di bagian paling belakang. Pencernaan dan penyerapan pakan utamanya terjadi di usus halus. Selaput lendir usus halus memiliki jonjot yang lembut dan menonjol seperti jari. Fungsinya selain sebagai penggerak aliran pakan dalam usus juga untuk menaikkan permukaan penyerapan sari makanan.

Pada persambungan usus bagian bawah dan rectum terdapat dua bentukan cabang usus yang buntu sehingga disebut usus buntu atau secum. Usus ini biasanya berukuran panjang 10 – 15 cm dan terisi calon tinja. Usus buntu ini membantu mencerna makanan yang memiliki susunan serat kasar yang tinggi melelui aksi jasad renik dalam makanan. Pada susunan ransum pakan yang telah lengkap dan mudah dicerna, maka peranan secum dalam proses pencernaan sangat kecil. Usus besar paling belakang terdiri dari rectum yang pendek dan berakhir di kloaka. Rectum ayam dewasa panjangnya tidak lebih dari 10 cm.

Intestinum tenue ini tersusun oleh duodenum, jejunum, dan ileum, dengan pola struktur yang hampir serupa. Tunika mukosa: Pada berbagai tempat, bersama dengan tela. submukosa, membentuk Plika sirkularis.

  • Duodenum : kaya vili dan plika sirkularis, kripte Lieberkuhn mencolok, kelenjar Bruner bervariasi tergantung species. Nodulus limfatikus jarang. Vili teratur, tumpul, lebar.
  • Jejunum : kelenjar Bruner di permukaan. Vili panjang dan langsing. Nodulus limfatikus di mukosa dan submukosa. Plika paling mencolok.
  • Ileum : sel piala mencolok. Lempeng Peyer di mukosa dan submukosa, biasanya lebih padat, sering menyebabkan vili memendek. Vili berbentuk tongkat, lebih pendek disbanding vili jejunum, lebih panjang dibanding duodenum. Plika kurang dibanding jejunum.

OTAK

Jaringan syaraf terdiri atas sekumpulan sel syaraf yang berperan mengatur penyatuan fungsi tubuh. Setiap terjadi reaksi tubuh terhadap rangsangan berasal dari system syaraf. Element system syaraf yang utama adalah sel syaraf beserta prosesnya yang dipusatkan dalam otak, sumsum tulang dan ganglia.

Unggas memiliki korteks cerebral yang kecil. Organ ini berkembang lebih baik pada hewan yang mempunyai intelegensia yang tinggi. Hipotalamus berfungsi sebagai pengatur konsumsi pakan dan air, pengatur sekresi oleh pituitary depan dan perilaku sexual. Lapisan cerebellum dari perifer ke profundal yaitu : piamater, korteks atau substansia grisea dan medulla atau substansia alba.

a) Piamater, merupakan bagian menings yang berkontak langsung dengan otak, lembut dan vaskularisasinya tinggi.

b) Korteks, terdiri dari tiga lapisan yaitu :

· Lapisan molekuler atau pleksiform : sel-sel kecil jarang, serabut syaraf membentuk pleksus ( anyaman ) mencolok.

· Lapisan sel piriformis atau sel Purkinje : sel syaraf multipoler, badan sel seperti buah apokat, dendrit tampak jelas, sel berderet-deret.

· Lapisan granuler : sel syaraf banyak, kecil, tersusun padat.

c) Medula, padat dengan serabut syaraf bernielin.

REN ( GINJAL )

Buah pinggang atau ginjal ialah alat tubuh yang mempunyai daya saring dan serap kembali. Bagian yang merupakan alat penyaring ialah semua glomeruli. Penyaringan berdasarkan faktor-faktor hemodinamik dan factor-faktor osmotik. Lubang renik glomerulus yang berfungsi normal tidak ditembus oleh molekul-molekul protein. Dalam keadaan patologik glomeruli dapat meluluskan badan-badan tersebut. Dalam pra-kemih normal ( air saringan ) kadar kristaloid-kristaloid dan senyawaan-senyawaan organik sama dengan kadar dalam plasma darah.

Pada umumnya fungsi ren ialah untuk mempertahankan keseimbangan susunan darah dengan :

  • Mengeluarkan dari darah air yang berlebihan.
  • Mengeluarkan ampas-ampas metabolisme sebagai ureum, asam kemih, alantoin, amoniak, metaboliy-metabolit triptofan.
  • Mengeluarkan garam-garam anorganik yang kebanyakan berasal dari makanan.
  • Mengeluarkan bahan-bahan asing yang terlarut dalam darah, umpamanya pigmen-pigmen darah atau pigmen-pigmen yang terbentuk di dalam badan.

Ren dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan di atas pertama karena fungsi saring daripada glomeruli, kedua karena daya serap kembali daripada tubuli dan ketiga karena fungsi sekretorik sel-sel tubuli.

Ureter menampung urine dari ginjal dan bermuara di urodeum. Unggas tidak punya pelvis renis maupun vesika urinaria. Jumlah ginjal sepasang masing-masing terbagi 3 bagian : cranial, tengah dan caudal. Tiap bagian terbagi dalam lobuli. Setiap lobulus terbagi dalam korteks ( besar ) dan medula ( kecil ). Punya dua nefron : nefrin korteks dan medulla. Epiteliun tubulus konvolutus proximalis berbentuk kolumner pendek dengan tepi sikat. Tubulus konvolutus distalis berbentuk kuboid tanpa tepi striata, sering menunjukkan gambaran penjuluran ciri spesifik sekresi apokrin. Di korteks tubulus konvolutus proximalis dan distalis dihubungkan oleh tubulus intermedier yang pendek, diameter setengah dari tubulus konvolutus distalis. Di medulla ansa nefroni hanya terdiri dari tubulus rektus proximalis dan distalis ( tebal ) dan tubulus atenuatus desendens ( tipis ).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar