Kamis, 14 Januari 2010

Pengobatan Unggas

Program pebgobatan sebaiknya dilakukan jika ayam sudah terdeteksi secara dini terkena suatu penyakit. Jika infeksi sudah terlalu parah pengobatn akan sulit dilakukan karena membutuhkan waktu yang lama dan mahal, sehingga tidak efektif dan efisien. Bias juga peternak melakukan pengobatan secara terenfcana jika sebelumnya telah mengetaui sejarah penyakit yang sering terjadi di kawasan tersebut atau disekitar faram, contohnya: pemberian obat atau antibiotic melalui pakan.

Mendeteksi penyakit secara dini dapat dilakukan degnan cara mengamati perilaku ayam, konsumsi pakan dan air minum, kotoran yang dikeluarkan dan melakukan pengamatan paeda malam hari untuk mengetahui penyakit yang meyerang saluran pernafasan (ngorok). Jenos obat, dosis, dan lamanya pemberian obat sebaiknya disesuikan dengan rekomendasi yang tertera pada kemasan obat atau dikonsuktasikan dengan dokter hewan atau petugas kesehatan hewan.

Beberapa contoh antibiotik yang sering digunakan pada ayam, antara lain:

No.

Golongan

Bahan aktif

1.

sulfonamida

Sulfaquinoxaline

Sulfachloropynazine

Sulfapyrydozine

Sulfadimethoxine

Sulfamonomethoxine

2.

Tetracycline dan derivatnya

Chlortetracycline (CTC)

Oxytetracycline (OTC)

Doxycycline (DCL)

3.

Nitrofuran

Furazolidane

4.

Quinolon

Flumiquine

Enrofloxacine

Norfloxacine

Cyprofloxacine

Kegiatan Lainnya

  1. Menghindari stress

Stress erat kaitanya dengan system hormonal. Factor pemicu stress diantaranya: cuaca, vaksin, perlakuan. Pemicu stress akan direspon oleh otak besar (hypothalamus) yang memerintahkan otak kecil (pituitary) unutk menambah produksi hormone adenocortikotropik (ACTH). Selanjutnya hormone ACTH akan dibawa melalui peredaran darah menuju glandula adrenal yang memproduksi corticosteron. Adanya hormone ACTH menyebabkan kadar coticosteron tinggi sehingga menyebakan detak jantung bertamabah, takanan darah naik, konsumsi pakan turun, aktivitas seksual rendah, antibody yang diproduksi berkurang, daya pertumbuhan rendah, dan plasma glikogen rendah. Akibatnya daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit menjadi rendah.

Cara mencegah stress pada ayam:

- memberikan multivitamin dan elektrolit jika terjadi sesuatu yang menyebabkan ayam stress atau sebelum dan sesudah vaksinasi

- menghindari perlakuan kasar dan suara gaduh selama pemeliharaan

- melakukan ayam secara hati-hati dan tidak kasar selama vaksinasi

- mengusahakan lingkungan kandang tetap stabil, seperti perubahan temperature, peralatan, aktivitas sehari-hari dan petuga tidak berubah-ubah secra mendadak

- menempatkan peralatankandang secara tepat dan jumlahnya memadai

- menghindari tingginya gas ammonia

  1. Tata Laksana Pemeliharaan

Beberapa factor menejemen yang mempengaruhi terjadinya serangan penyakit pada ayam, antara lain:

- kualitas bibit

bibit ayam dipilih dari kualitas yang baik, bebas dari penyakit sesuai dengan standar tiap strain.

- system pemeliharaan

system pemeliharaan yang dianjurkan adalah system pemeliharaan system satu kali habis (all in all out system). Pada system ini pemeliharaan ayam dilakukan dengan memelihara satu grup ayam dalam 1 flock tanpa ada penambahan umur yang berbeda dalam flock tersebut. Kemudian di[anen bersamaan. System ini sering digunakan untuk ayam pedaging.

- kandang dan peralatan

kandang dan peralatan harus selalu bersih, karena kandang dan peralatan bisa menyebabkan stress pada ayam sehingga bias memicu morbiditas dan mortalitas

- pemberiann pakan dan minum

pemberian pakan harus dilakukan setiap hari sesuaidengan kebutuhan ayam, baik secara kualitas maupun kuantitasnya. Pemberian pakan yang salah bias memicu stress dan defisiensi salah satu nutrisi sehingga ayam banyak menemui masalah. Air minum untuk ayam harus bebas dari organisme penyebab penyakit dan memenuhi syarat kebanyakan air minum, baik secara bilogi, fisik maupun kimia.

  1. Test Darah

Test darah merupakan suatu program untuk mengontrol jenis penyakit. Pogram ini harus dilakukan secara teratur dan terjadwal, penyakit yang bias dideteksi dengan tes darah adalah penyakit yang disesbabkan oleh pullorum, thypoid, dan mycoplsma. Tes darah juga bias digunakan unutk mengetahui titer antibody ayam sehingga berhubungan erat dengan program vaksinasi yang sedang dijalankan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar