Kamis, 14 Januari 2010

AI, ND, ILT Coryza


No.

perbedaan

AI

ND

ILT

Coryza

1

Pembagian subtipe

- Berdasarkan protein M dan NP : tipe A,B,C

- Berdasarkan protein H dan N : sub-tipe H (1-15) dan N (1-9)

- HPAI : H-5 dan H-&

-

-

-

2

Hospes

- influenza A : man, Bb, kuda, ferret, mamalia tingkat rendah ( ikan paus) dan unggas. Babi dan unggas air dapat bertindak sebagai reservoir

- Influenza B : man, menyebabkan sakit tepi tidak separah inf. A

- Influenza C : man, tidak menyebabkan sakit

- PEKA

Guinea fowl (ayam mutiara), chiken, psitacidae, pigeon

- KURANG PEKA

turkey

- RELATIF RESISTEN

Duck, geese, quail (puyuh),partridges (ayam hutan)

Manusia : Localized infection ----Conjunctivitis

UTAMA DAN ALAMI

Ayam

SEC. EKSPERIMENTAL

Bebek, kalkun muda

RESISTEN

Burung merpati, burung gereja, ayam mutiara

SENSITIF : ayam dan puyuh

RESISTEN : kalkuk & merpati

3

Karakter virus/ etiologi

1. RNA bersegmen, shg labil

2. antigenic shiff

3. antigenic drift

4. genetic reasortment

5. sensitive terhadap detergen

6. cepat rusak oleh : panas, pH yang eksterem, kekeringan, disinfektan ( formalin, beta propiolakton, eter, ion ammonium, hidroksilamin, sod, dedocyl sulfat)

7. daya tahan virus meningkat pada kondisi lembab dan dalm materi organic

8. pd feces, suhu 4 C bertahan 30-35 hari, 20 C bertahan 7 hari

9. pd daging, pemanasan 80 C inaktif selama 1 menit, pada telur suhu 65 C inaktif 5 menit

Etiologi

1. ss-RNA

2. non segmented

3. polaritas –

4. beramplop—prot. H-N

5. pleomorfiks--spherical

Etiologi

1. ds-DNA

2. capsid simetri

3. icosahedral

4. beramplop

Morfologi dan karakter H. Paragalinarum

1. gram –

2. bentuk : cocoid-batang

3. ukuran 0,2-0,3 X 0,5-2 mikron

4. membentuk kapsula

5. fakulratif anaerobik

4

Gejala klinis

1. kemerahan-kebiruan pada pial dan sisik kaki

2. mati mendadak

1. Bentuk Asia/ Doyle/ VVND

- Bentuk pencernaan, mortalitaas tinggi

- Menyerang semua umur

- Dapat bersifat akut tanpa Gk dengan kematian yg tinggi, gross pathologi tersifat

Jika teramati GK

- Stad. Awal :

gejala umum dan diare ; edema fascial dan kepala

- Stad. Lanjut :

Menjelang kematian tremor otot, tortikolis, paralisa ekstermitas dan epistotonus

- Petelur

Produksi telur drop-stop, kulit telur pucat

2. Bentuk syaraf/ Amerika/ Velogenic Neurotropic ND/ VNND

- Respirasi berat lebih tampak dan mendadak, diikuti syaraf 1-2 hari berikutnya

- Produksi telur drop, kerabang kasar dan albumin encer

- Biasanya morbiditas tinggi tp mortalitas rendah

- Dikenal sbg bentuk beach

3. Mesogenik/ Beaudette

- Gangguan respirasi, jarang terjadi syarafi

- Penurunan prod. Telur

- Mortalitas rendah, kec. Ayam muda

- Dapat sebagai vaksin ulangan

4. Lentogenik/ Hitchner

- Tdk menyebabkan sakit pada ayam dws

- Pd ayam muda---ggn pernafasan

- Dapt digunakan sbg vaksin aktif

5. Enterik asimtomatik

Infeksi usus, tidak muncuk GK

1. Gangguan pernafasan :megap-megap, bernafas dengan membuka mulut atau menjulurkan leher dan batuk (berdarah)

2. konjunctivitis hemorhagie, pembengkakan sinus, mata berair, berbusa atau eksudat

3. kematian bevariasi : layer 5-70 % pada broiler 50 %

4. morbiditas dapat mencapi 100%

5. prod. Telur turun 5-20%

1. maa inkubasi pendek 24-72 jam; proses penyakit 1-2 minggu; kronis 2-3 bulan

2. gangguan umum

3. gangguan respirasi, ngorok, leleran hidung bau khas ( radang kataral m.mukosa cavum nasi dan sinus)

4. udema subcutan fascial dan pial

5. konjunctivitis kataralis

6. infeksi sekunder/ potensial infeksi : staphylococcus sp.

5

Isolasi dan identivikasi/ diagnosis

- Koleksi sampel : swab trachea, kloaka, organ lain

- Isolasi dan propagasi : in ovo, in vitro, in vivo

- Serologis : AGP/ HA/ HI

- Molekuler : gen concerved yang mengkode prot. HA

ISOLASI VIRUS AI

- In ovo : TAB 9-21 hari

- Invitro : sel fibroblas embrio ayam, MDCK cell line

- In Vivo : cats, hamster, mice monkey, pigs

- GK tersifat---GP pathognominik

- Histopathology

- Isolasi dan identivikasi virus

- Identivikasi serologis : HI, AGP, ELIZA, imunofluresens dll

Diagnosis

- Didasarkan GK yang tersifat, lesi makroskopis dan mikroskopis yang tersifat

Isolasi dan identivikasi

- Sample : swab/eksudat trachea

- Kulturil : in ovo, in vitro, in vivo

- Deteksi antibody : AGP, Netralisasi, ELIZA, FAT

- Genom virus : PCR

Kultur

- In Ovo :TAB

- In Vitro : Chicken Embrionik lever Cell;chicken embrionik kidney; chicken kidney;leucocyte culture dll

- Tdk dpt ditumbuhkan pada chicken embrionik fibroblast

Isolasi dan identivikasi

- Sample : eksudat hidung/ sinus

- Kultur perlu faktor pertumbuhan V

- Staphylococcus menghasilkan faktor pertumbuhan bagi haemophilus

- Kondisi inkubasi mikroarofilik

6

Penanganan

1. biosekuritas ketat

2. vaksinasi

3. depopulasidaerah tertular

4. stamping-out daerah tertular baru

5. pengendalian laulintas ternak, prod.unggas dan olahananya

6. public awarnes

7. surveilans dan penelusuran

8. restoking

9. monitoring dan evluasi

PROTAP Peternak

1. dilarang mengaluarkan unggas yang sekandang dgn unggas yang sakit dari area peternakan tp hrs dimusnahkan

2. dilarang mengaluarkan kotoran unggas/ limbah peternakan dari farm diatas

3. biosekuritas ketata thdp lalulintas barang, paralatan, pakan dan org yang keluar-masuk area ternak

4. melakukan prosedur dekontaminasi bila peternakan tsb tertular

5. disposal terhadap semua bangkai dan barang yg terkontaminasi (brng yg tidak permanen)

Obat---infeksi sekunder

1) Suportif terapi :multivitamin dll

2) sanitasi dan disinfeksi ditingkatkan

3) jka dapat didiagnosa std.awal-----revaksinasi

4) faktor ekonomi—broiler---jual

5) faktor pendukung dieliminasi

6) evaluasi program vaksinasi

7) biosekurits ditingkatkan

-

1.suportif terapi dan mengatasi infeksi sekunder

2.biosekuritas ditingkatkan, pilih disinfektan yang peka terhadap ILT

3.evaluasi progaram vaksinasi

4.konsep infeksi laten

1) eliminsi penyebab penyakit )antibiotik) dan faktor pendukung

2) aws carier sebar infeksi latent

3) biosekuritas ketat dan perbaikan manajement

4) progaram vaksinasi 2-3 kali

7

Penularan

- LANGSUNG

Kontak ayam sakit

- TIDAK LANGSUNG

- Sapronak, pekerja, kandang tercemar dan reservoar

- Gerbang masuk virus secara alamai : saluran respirasi atas (trachea, pharing) serta mata

- Ingesti

- Sapronak, pekerja, kandang tercemar dan reservoar (rodentia)

- LANGSUNG

Kontak ayam sakit

- TIDAK LANGSUNG

- Sapronak, pekerja, kandang tercemar, air minum, respirasi, dan reservoar

8

DF

- Gangguan nafas :IB, ILT,CRD

- Gangguan syaraf : AE, ensefalitis krn jamur, def-vit.E (ensefalomalasia)

ND, IB, POX, CORYZA

SHS, LT, CRD, IB

9

Kepekaan thp panas dan senyawa kimia

1) sensitive terhadap detergen

2) cepat rusak oleh : panas, pH yang eksterem, kekeringan, disinfektan ( formalin, beta propiolakton, eter, ion ammonium, hidroksilamin, sod, dedocyl sulfat)

3) daya tahan virus meningkat pada kondisi lembab dan dalm materi organic

4) pd feces, suhu 4 C bertahan 30-35 hari, 20 C bertahan 7 hari

5) pd daging, pemanasan 80 C inaktif selama 1 menit, pada telur suhu 65 C inaktif 5 menit

1) virus inaktif ;24 jam ether, 45 menit iodoform 3%, 1 menit amonium quartener 2% dan kresol 3 %

2) virus tetap hidup dalam periode waktu lama jika disimpan pada suhu -70 C atau nitrogen cair

3) pada jar. Trachea ayam akan rusak pada suhu 37 C stlh 44 jam; tahan 10 hari pada suhu 13-23 C

4) pada CAM tahan 5 jam pd suhu 25 C

5) virus yang dipropagasi in ovo, bila dikeringkan dan disimpan dalam rerigerator tetap memiliki potensial dan imunitas selama 421 hari

10

Pasca mati

1) Lesi utama terfokus pada trachea dan mata; eksudat mujoid sd mukopurulent;hemorhagie;jendalan darah

2) Udema, kongesti dan hemorhadie epitel konjunctiva dan sinus infra orbital

11

Histology

1) Epitel trachea necrosis; silia rupture dan hemorhagie

2) Migrasi sel radang; limfosit , histiosit dan plsma sel

3) Benda inklusi intra nuklear pada epitel

Sinus infraorbital; cavum nasi;konjunctiva trachea;desqumasi; hiperplasia lap.mukosa; udema; hiperemia; dan infiltrasi sel radang (heterophil makrofag dll)

12

Arti penting

1) Menyerang pd setipa periode pemeliharaan

2) Infectious dan membandel

3) Morbiditas dan angka afkir tinggi

4) Produktivits turun (daging & telur)

5) Biaya penanganan & pengo\batan

6) Sangat menular

13

Faktor predisposisi

1) Peralihan musim; cuaca yang ekstrim

2) Manajemen perkandangan yang jelek

- Ventilasi, kepadatan, litter, mix flock dll

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar